Bolabola.id
Alumni SAD Yang Gagal Bersinar di Liga Indonesia (Part 1)
Beranda ยป Alumni SAD Yang Gagal Bersinar di Liga Indonesia (Part 1)

Alumni SAD Yang Gagal Bersinar di Liga Indonesia (Part 1)

SAD Uruguay, merupakan salah satu program PSSI yang terkenal beberap tahun silam. Dalam program ini memang digadang akan menelurkan banyak bibit pemain muda baru di kancah sepakbola Tanah Air. Bahkan banyak kalangan berharap jika Timnas Indonesia akan lebih maju dengan memanfaatkan beberapa alumninya.

Di program yang didanai pengusaha kaya Nirwan Dermawan Bakrie ini memang cukup menjanjikan. Sejumlah pemain muda yang sudah masuk seleksi akan dikirimkan ke Uruguay dalam menjalankan pemusatan fisik disana. Program berjalan dari tahun 2008-2013.

Yang paling mengejutkan adalah anggaran dihabiskan dalam program itu mencapai Rp 12,5 miliar di setiap tahunnya. Namun yang mengejutkan, sejumlah alumni tidak mendapatkan jaminan sukses di karir sepakbolanya. Dibawah ini adalah beberapa alumni SAD yang dinilai gagal bersinar di karirnya sebagai pesepakbola.

Reffa Money

Penampilan mengesankan pernah diberikan oleh Reffa Money. Pemain yang memiliki nama lengkap Reffa Arvindo Badherun Money ini sudah masuk Timnas U-15 di tahun 2006. Bahkan dia juga sudah mengantarkan Tim Jawa Timur ketika mengangkat trofi di Piala Medco U-15 tahun 2007 lalu.

Sudah banyak jam dan menit dia tampilkan selama karirnya di U-15. Bahkan bersama rekannya di SAD, Yuricho Christiantoko dan Syamsir Alam, dia bermain menawan. Sehingga pelatih memberikan kepercayaan dengan mengangkatnya sebagai kapten tim di SAD Uruguay.

Karirnya semakin suram ketika dia mendapatkan cedera lutut parah. Dia tidak disertakan oleh tim ketika menjalankan kunjungan ke CS Vise Belgia. Dari cedera itu maka dia harus rela dipulangkan ke Tanah Air. Karirnya pun kemudian harus diperjuangkan di Liga Indonesia.

Dia pernah membela Persis Solo (2013-2014), kemudian ke PS TNI yang berkiprah di Piala Jendeal Sudirman. Tapi kenyataan pahitnya, selama kompetisi dia hanya dijadikan cadangan saja.

Alan Martha

Alan Martha juga masuk SAD Uruguay di tahun 2008-2009. Karirnya sempat bagus ketika bermain bersama Timnas Indonesia U-16 pada tahun 2007. Dia menjadi duet maut Syamsir Alam di lini depan Timnas Indonesia.

Namun setelah menjalankan karir bersama Persija dan Sriwijaya FC dan dinilai gagal, namanya semakin memburam. Sampai saat ini dia sudah tidak merumput dan mencari kerja dibidang lain dalam mencukupi kehidupannya.

Avatar
Budiawan

Dulu saya gak hobi-hobi amat sih sama sepakbola. Tapi karena ada teman yang terus-terusan nongkrong bareng dan ngajarin tentang penulisan artikel sepak bola secara online buat bikin blog pribadi. Saya jadi keasikan untuk terus menulis...

Berikan Komentar

Today
  • 15.04.2021
  • 16.04.2021
  • 17.04.2021
  • Today 18.04.2021
  • 19.04.2021
  • 20.04.2021
  • 21.04.2021

Klasemen Sementara